LOGAM
EMAS ALAT PENDETEKSI MERKURI
KARYA TULIS ILMIAH
KARYA TULIS ILMIAH
Guru
Pembimbing : Sayyidah J.R. SP.d
Kelas : XII-IPA 2.
Nama
: Novi Wahyuni. (23/6123)
MADRASAH ALIYAH NEGERI JOMBANG
JL. DR WAHIDIN SUDIROHUSODO NO. 2
JOMBANG
TELP. (0321)861819
TELP. (0321)861819
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah
SWT. Karena dengan izin dan ridho-Nya makalah ini dapat diselesai. Sholawat dan salam semoga tetap
dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa kedamaian
dan rahmat bagi semesta alam.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok
dari mata Pelajaran Kimia. Dan terimakasih kami ucapkan kepada guru yang membimbing, dan teman-teman yang ikut serta
dalam penyusunan makalah yang berjudul “Logam Emas Alat Pendeteksi Merkuri”
Kami berharap Karya Tulis Ilmiah ini sedikit banyaknya memberikan manfaat
khususnya bagi penyusun sendiri umumnya bagi semuanya. penyusun memohon ampun
kepada Allah Swt kalau sampai terjadi kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan
Karya Tulis Ilmiah ini. Besar harapan kami atas masukan guna perbaikan isi
materi dari Karya Tulis Ilmiah ini.
Jombang, 1 Maret 2015
Penyusun
I
DAFTAR ISI
Lembar
Pengesahan
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Abstrak 1
BAB I : Pendahuluan.
1.1.1 Latar Belakang 2
1.1.2 Pembatasan
Masalah 3
1.1.3 Perumusan
Masalah 3
1.1.4 Tujuan
Penulisan 3
1.1.5 Manfaat
Penulisan 3
BAB II : Pembahasan.
1.2.1 Pengertian
Merkuri (Hg) 4
1.2.2 Sifat dan
Kegunaan Merkuri 5
1.2.3 Mekanisme
Kerja Merkuri dalam Tubuh 6
1.2.4 Kadar Batas
Aman Merkuri 7
1.2.5 Cara Masuk
Merkuri kedalam Tubuh 7
1.2.6 Pengaruh Hg
terhadap Kesehatan Manusia 7
BAB III : Metodologi Penelitian.
1.3.1 Waktu dan Tempat 9
1.3.2 Obyek
Penelitian 9
1.3.3 Variabel
Penelitian 9
1.3.4
Prosedur Penelitian 9
BAB IV : Hasil dan Pembahasan.
1.4.1 Daftar
Hasil Penelitian 12
1.4.2 Pembahasan
Hasil Penelitian 13
BAB V : Penutup.
1.5.1 Kesimpulan 16
1.5.2 Saran 16
Daftar Pustaka 17
Lampiran
ABSTRAK
Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis Ilmiah
Judul : “Logam Emas Alat Pendeteksi
Merkuri”
Penyusun : Novi Wahyuni
Kelas : XII IPA-2
Sekolah : MAN Jombang
Logam merkuri 80Hg200,59 adalah salah
satu trace element yang
merupakan satu-satunya logam berbentuk cair dalam temperature kamar (250C), sifat cair pada
temperatur ruang dengan spesifik gravity dan daya hantar listrik yang tinggi. Merkuri mempunyai kecenderungan
yang lebih besar dan mudah bercampur dengan logam lain menjadi logam campuran (Amalgam Alloi) Diantara
berbagai macam logam berat, merkuri digolongkan sebagai logam paling
berbahaya. Sedang unsur-unsur logam berat lainnya seperti Zink (Zn), Timbal (Pb) yang tertulis jelas pada komposisi suatu
produk kosmetik juga memiliki potensi yang membahayakan manusia. Dampak merkuri pada manusia dapat
berupa gangguan fisiologis, ganggunan sistim syaraf, gangguan pertumbuhan, dan
gangguan terhadap ginjal.
Emas
dapat digunakan sebagai alat pendeteksi merkuri, hal itu terjadi dikarenakan
logam emas mampu bereaksi dengan logam-logam berbahaya. timbal dan merkuri
biasanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit sebagai dalam suatu produk
kosmetik, Kadarnya biasa dalam hitungan bpj (bagian per juta) atau ppm (part
per million). Adanya reaksi antara keduanya maka perubahan warnanya hampir
dapat dilihat dengan jelas.
Cara
sederhana untuk mendeteksi adanya merkuri dalam suatu produk kosmetik yang
biasa anda gunakan bisa dicoba sendiri untuk menghindari kerusakan kulit
diwajah. Logam emas yang digosokan pada kosmetik yang telah dioleskan pada
punggung tangan untuk diuji. Jika terjadi perubahan warna menjadi abu-abu
kehitaman itu berarti kosmetik tersebut mengandung merkuri, semakin hitam warna
yang dihasilkan maka semakin banyak kandungan logam berat berbahaya (Hg, Zn,
Pb) yang ada didalamnya.
Kata kunci : Emas, Merkuri, Alat Pendeteksi merkuri,
Mercury detection.
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.1 Latar Belakang.
Merkuri adalah unsur yang
mempunyai nomor atom (NA) 80
sertamempunyai masa molekul relatif (MR
=200,59). Merkuri diberikan simbol kimia Hgyang merupakan singkatan yang
berasal bahasa Yunani Hydrargyricum ,yang berarticairan perak .Bentuk fisik dan
kimianya sangat menguntungkan karena merupakan satu-satunya logam yang
berbentuk cair dalam temperatur kamar (25°C),titik
bekunyapaling rendah (-39°C),mempunyai
kecenderungan yang lebih besar ,mudah bercampur dengan logam lain menjadi logam
campuran (Amalgam/Alloi), juga dapat
mengalirkan arus listrik sebagai konduktor baik tegangan arus listrik tinggi
maupun tegangan arus listrik rendah. Merkuri merupakan salah satu unsur kimia
yang biasa digunakan pada proses pemisahan emas dengan unsur logam ikutan
lainnya. Merkuri termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil
pun dapat bersifat racun. Merkuri merupakan logam yang dalam keadaan normal
berbentuk cairan berwarna abu-abu, tidak berbaudengan berat molekul 200,59.
Tidak larut dalam air, alkohol, eter, asam hidroklorida, hydrogen bromida dan
hidrogen iodide; Larut dalam asam nitrat, asam sulfurik panasdan lipid. Tidak
tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang mudah terbakar, logam,
asam, logam carbide dan amine. Merkuri dilepaskan ke atmosfer melalui pelbagai
kegiatan manusia, utamanyaberasal dari pembakaran sampah rumah tangga dan
limbah industri, dan khususnyapembakaran bahan bakar fosil seperti batubara.
Asap yang mengandung merkuridapat dengan mudah ditrasportasikan melalui udara
dan mengendap di daratan serta air.
1.1.2
Pembatasan
Masalah.
Batasan
masalah dari penelitian ini adalah sensor merkuri dibuat dengan memanfaatkan
partikel nano emas.
Air raksa (Hg), atau
sering disebut juga sebagai merkuri merupakan satu dari lima unsur golongan
logam transisi (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair
pada suhu kamar dan mudah menguap. Kelimpahan Hg
di bumi menempati urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi. Di
alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam
bentuk unsur merkuri (HgO), merkuri
monovalen (Hg1+), dan merkuri bivalen (Hg2+).
Dalam karya tulis ini, saya akan berusaha membahas tentang
indicator merkuri yaitu dengan menggosokan logam emas dengan kosmetik yang
mengandung merkuri sedetail mungkin serta kandungan yang terdapat di dalam
merkuri tersebut. Selain itu, juga menangkap alasan penyebab logam emas bisa
dijadikan alat pendeteksi merkuri pada sebuah produk kosmetik seperti (bedak
tabur, krim siang malam, dan pelembab dengan berbagai merek, semua itu akan
kami kupas di karya tulis ilmiah ini.
1.1.3
Perumusan
Masalah.
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, metode yang digunakan
untuk mendeteksi merkuri adalah memanfaatkan partikel nano emas melalui
modifikasi, tetapi metode ini sulit dan tidak efektif. Pada penelitian ini
timbul perumusan masalah yaitu bagaimana cara mengembangkan sensor merkuri (Hg) yang sederhana, cepat dan praktis
dengan menggunakan partikel nano emas secara langsung.
1.1.4
Tujuan
Penulisan.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan merkuri (Hg)
yang sederhana, cepat dan praktis dengan memanfaatkan logam emas sebagai alat
pendeteksi merkuri secara langsung.
1.1.5
Manfaat
Penulisan.
Hasil penelitian ini diharapkan
dapat dimanfaatkan sebagai :
1.
Metode
untuk mendeteksi merkuri dalam suatu produk kosmetik.
2.
Memberikan
konstribusi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bahasan pembahasan
pemanfaatan logam emas sebagai alat pemdeteksi merkuri.
3.
Memberikan
konstribusi berupa data-data untuk digunakan pada peneelitian lebih lanjut.
BAB
II
KAJIAN PUSTAKA
KAJIAN PUSTAKA
1.2.1
Pengertian
Merkuri (Hg).
Air raksa (Hg),
atau sering disebut juga sebagai merkuri merupakan satu dari lima unsur
golongan logam transisi (bersama cesium,
fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair pada suhu kamar dan mudah menguap. Kelimpahan Hg
di bumi menempati urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi. Di
alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (HgO), merkuri
monovalen (Hg1+), dan merkuri bivalen (Hg2+).
Selain untuk kegiatan penambangan emas, logam merkuri digunakan dalam produksi gas khlor
dan soda kaustik, termometer, tambal gigi, dan baterai. Merkuri dapat berada dalam berbagai senyawa.
Bila bergabung dengan khlor, belerang atau oksigen, merkuri akan membentuk garam yang
biasanya berwujud padatan putih. Garam merkuri sering digunakan dalam krim
pemutih dan krim antiseptik. Merkuri anorganik (logam dan garam merkuri) terdapat di udara dari deposit mineral,
dan dari area industri. Merkuri yang ada di air dan tanah terutama berasal dari
deposit alam, buangan limbah, dan aktivitas volkanik.
Toksisitas merkuri dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu :
1.
Merkuri
Metal.
Rute utama dari pajanan merkuri metal adalah melalui
inhalasi; sebanyak 80% merkuri metal disabsorpsi. Merkuri metal dapat di
metabolismekan menjadi ion inorganik dan dieksresikan dalam bentuk merkuri inorganik.
Organ yang paling sensitif adalah system syaraf (peripheral dan pusat). Gejala neurotoksik spesifik adalah tremor,
perubahan emosi (gugup, penurunan percaya
diri, mudah bersedih), insomania, penurunan daya ingat, sakit
kepala,penurunan hasil pada tes kognitif dan fungsi motorik. Gejala dapat
bersifat irreversibel jika terjadi peningkatan durasi dan atau dosis merkuri.
Merkuri elemental berbentuk cair dan menghasilkan uap merkuri pada suhu kamar.
Uap merkuri ini dapat masuk ke dalam paru-paru jika terhirup dan masuk ke dalam
sistem peredaran darah. Merkuri elemental ini juga dapat menembus kulit dan
akan masuk ke aliran darah. Namun jika tertelan merkuri ini tidak akan terserap
oleh lambung dan akan keluar tubuh tanpa mengakibatkan bahaya.
2.
Merkuri
Anorganik.
Merkuri memiliki afinitas yang tinggi pada terhadap fosfat,
sistin, dan histidil rantai samping dari protein, purin, pteridin dan porfirin,
sehingga Hg bisa terlibat dalam proses seluler. Toksisitas merkuri umumnya
terjadi karena interaksi merkuri dengan kelompok thiol dari protein. Beberapa
peneliti menyebutkan bahwa konsentrasi rendah ion Hg+ mampu
menghambat kerja 50 jenis enzim sehingga metabolisme tubuh bisa terganggu
dengan dosis rendah merkuri. Garam merkuri anorganik bisa mengakibatkan
presipitasi protein, merusak mukosa, alat pencernaan, termasuk mukosa usus
besar, dan merusak membran ginjal ataupun membran filter glomerulus, menjadi
lebih permeabel terhadap protein plasma yang sebagian besar akan masuk ke dalam
urin. Toksisitas akut dari uap merkuri meliputi gejala muntah, kehilangan
kesadaran, mulut terasa tebal, sakit abdominal, diare disertai darah dalam
feses, oliguria, albuminuria, anuria, uraemia, ulserasi, dan stomatis.
Toksisitas garam merkuri yang larut bisa menyebabkan kerusakan membran alat
pencernaan, eksanterma pada kulit, dekomposisi eritrosit, serta menurunkan
tekanan darah. Toksisitas kronis dari merkuri
anorganik meliputi gejala gangguan system syaraf, antara lain berupa tremor,
terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat dan rontok, anemia, albuminuria, dan
gejala lain berupa kerusakan ginjal, serta kerusakan mukosa usus.
3.
Merkuri
Organik.
Alkil merkuri ataupun metil merkuri lebih toksik
dibandingkan merkuri anorganik karena alkil merkuri bisa membentuk senyawa
lipolhilus yang mampu melintasi membran sel dan lebih mudah diabsorbsi serta
berpenetrasi menuju sistem syaraf, toksisitas merkuri organic sangat luas,
yaitu mengakibatkan disfungsi blood brain barrier, merusak permeabilitas
membran, menghambat beberapa enzim, menghambat sistesis protein, dan menghambat
penggunaan substrat protein. Namun demikian, alkil merkuri ataupun metil
merkuri tidak mengakibatkan kerusakan mukosa sehingga gejala toksisitas merkuri
organic lebih lambat dibandingkan merkuri anorganik. Merkuri organik dapat masuk ketubuh
melalui paru-paru, kulit dan juga lambung. Senyawa organo merkuri yang paling umum adalah
metil merkuri, yang terutama dihasilkan oleh mikroorganisme (bakteri) di air dan tanah. Karena
bakteri itu kemudian terikut (termakan)
oleh ikan, maka di ikan cenderung konsentrasi merkurinya akan tinggi. Merkuri
apapun jenisnya sangatlah berbahaya pada manusia karena merkuri akan
terakumulasi pada tubuh dan bersifat neurotoxin. Gejala toksisitas merkuri organik meliputi kerusakan sistem
syaraf pusat berupa anoreksia, ataksia, dismetria, gangguan pandangan mata yang
bisa mengakibatkan kebutaan, gangguan pendengaran, konvulsi, paresis, koma, dan
kematian.
1.2.2 Sifat Dan Kegunaan Merkury.
Logam merkuri atau air raksa
mempunyai nama kimia hydragyrum yang berarti perak cair. Merkuri dan
senyawa-senyawanya tersebar luas dialam, mulai dari batuan, air, udara
dan bahkan dalam tubuh organisme hidup. Di alam merkuri biasanya dijumpai dalam
bentuk logam merkuri dan ion-ion merkuri. Secara umum logam merkuri mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut:
1.
Berwujud cair
pada suhu kamar (25oC)
dengan titik beku paling rendah sekitar -39oC, sehingga mudah
menyebar di permukaan air dan sulit dikumpulkan.
2.
Masih berwujud
cair pada suhu 396oC. Pada temperatur 396oC ini telah
terjadipemuaian secara menyeluruh.
3.
Merupakan logam
yang paling mudah menguap jika dibandingkan dengan logamyang lain.
4.
Tahanan listrik
yang dimiliki sangat rendah, sehingga menempatkan merkuri sebagai logam yang sangat baik untuk menghantarkan daya listrik.
5.
Dapat
melarutkan bermacam-macam logam untuk membentuk alloy yang disebut dengan amalgam.
6.
Merupakan unsur
yang sangat beracun bagi semua makhluk hidup, baik itudalam bentuk unsur
tunggal (logam) ataupun dalam bentuk
persenyawaan.
Bentuk dan penggunaan merkuri.
Merkuri beradadalam bentuk senyawa, satu di antaranya yang paling utama adalah
Sinabar (HgS) yang sudah ditambang sejak 700 SM. Pada saat ini digunakan dalam industri
dalamtiga bentuk : senyawa logam, senyawa organik, dan senyawa anorganik.
Penggunaanpaling besar adalah dalam produksi alat elektronik. Penggunaan
terbesar kedua adalah dalam industri kloro-alkali, yang memproduksi klorin dan
soda kaustik dengan caraelektroforesis larutan sodium klorida dengan
menggunakan merkuri sebagai katodadalam sel elektrolisis. Penggunaan terbesar
ketiga di dunia adalah dalam fungisidatermasuk pelindung benih (seed dressings), meskipun perlu dicatat
bahwa di beberapanegara penggunaanny telah dilarang.
1.2.3 Mekanisme
Kerja Merkuri dalam Tubuh.
Merkuri membentuk berbagai senyawa
anorganik seperti (oksida, klorida, dan
nitrat) dan organic (alkil,aril).
Logam merkuri dan uap merkuri termasuk kedalam merkuri anorganik. Adapun
mekanisme kerja merkuri dalam tubuh adalah sebagai berikut :
1.
Adsorbsi.
Merkuri
masuk kedalam tubuh terutama melalui paru-paru dalambentuk uap atau debu.
Sekitar 80% uap merkuri yang terinhalasi akan diabsorbsi. Adsorbsi merkuri
logam yang tertelan dari saluran cerna hanya dalam jumlah kecil yang dapat
diabaikan, sedangkan senyawa merkuri larut air mudah diabsorbsi. Beberapa
senyawa merkuri organic dan anorganik dapat diabsorbsi melalui kulit.
2.
Biotransformasi.
Unsure
merkuri yang diabsorbsi dengan cepat di oksidasi menjadi ion Hg2+
yang memiliki afmitas berikatan dengan substrat-substrat yang kaya gugus
tersebut. Merkuri ditemukan dalam ginjal (terikat
pada metalotinoen) dan hati. Merkuri dapat melewati darah otak dan
plasenta. Metal merkuri mempunyai afmitas yang kuat terhadap otak. Sekitar 90%
merkuri darah yang terdapat pada eritrosit. Metabolism senyawa alkil merkuri
serupa dengan metabolisme merkuri logam atau senyawa anorganiknya. Senyawa
fenil dan metoksietil merkuri di metabolism denagn lambat.
3.
Ekskresi.
Sementara
unsure merkuri dan senyawa anorganiknya di eleminasi lebih banyak melalui kemih
daripada feses, senyawa merkuri anorganik terutama di ekskresi melalui feses 90%.
Waktu paruh biologis merkuri anorganik mendekati 6 minggu.
1.2.4 Kadar Batas Aman Merkuri.
Menurut WHO batas tolerir kadar merkuri dalam
urin manusia rata-rata maksimal 4 µg/I. jika kadar merkuri dalam urin melebihi
10 µg/I akan menimbulkan gejala simptomatik.
1.2.5 Cara Masuk Merkuri ke dalam Tubuh.
Cara merkuri masuk kedalam tubuh
turut mempengaruhi bentuk gangguan yang ditimbulkan, penderita yang terpapar
dari uap merkuri dapat mengalami gangguan pada saluran pernafasan atau
paru-paru dan gangguan berupa kemunduran pada fungsi otak. Kemunduran tersebut
disebabkan terjadinya gangguan pada korteks. Garam-garam merkuri yang masuk
dalam tubuh, baik karena terhisab ataupun tertelan, akan mengakibatkan
terjadinya kerusakan pada saluran pencernaan, hati dan ginjal. Dan kontak
langsung dengan merkuri melalui kulit akan menimbulkan dermatitis local, tetapi
dapat pula meluas secara umum bila terserap oleh tubuh dalam jumlah yang cukup
banyak karena kontak yag berulang-ulang.
1.2.6 Pengaruh Hg
terhadap Kesehatan Manusia dapat diurai sebagai berikut :
a. Pengaruh
terhadap Fisiologis.
Pengaruh toksisitas Hg terutama
pada Sistem Saluran Pencernaan (SSP) danginjal
terutama akibat merkuri terakumulasi.Jangka waktu,intensitas dan jalurpaparan
serta bentuk Hg sangat berpengaruh
terhadap sistim yang dipengaruhi. Organ utama yang terkena pada paparan kronik
oleh elemen Hg dan organomerkuri adalah SSP sedang garam merkuri akan
berpengaruh terhadap kerusakan ginjal. Keracunanakut oleh elemen merkuri yang
terhisap mempunyai efek terhadap sistim pernafasan sedang garam merkuri yang
tertelan akan berpengaruh terhadap SSP, efek terhadap sistim cardiovaskuler
merupakan efek sekunder.
b. Pengaruh
terhadap Sistim Syaraf.
Hg yang berpengaruh terhadap
sistim syaraf merupakan akibat promer dari pemajanan uap elemen Hg dan MeHg
karena senyawa ini mampu menembus “bloodbrain
barier” dan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang “irreversible”sehingga mengakibatkan kelumpuhan permanen. Hg yang
masuk dalam pencernaan akan memperlambat SSP yang mungkin tidak dirasakan pada
pemajanan setelah beberapabulan sebagai gejala pertama sering tidak spesifik
seperti malaes, pandangan kaburatau pendengaran hilang (ketulian).
c. Pengaruh
terhadap Ginjal.
Apabila terjadi akumulasi pada
ginjal yang diakibatkan oleh masuknya garamin organik Hg atau phenylmercury
melalui SSP akan menyebabkan naiknya permiabilitas epitel tubulus sehingga akan
menurunkan kemampuan fungsi ginjal(disfungsi ginjal). Pajanan melalui uap
merkuri atau garam merkuri melalui saluranpernafasan juga dapat mengakibatkan
kegagalan ginjal karena terjadinya proteinuria atau nephrotik sindrom dan
tubular nekrosis akut.
d. Pengaruh
terhadap Pertumbuhan.
Terutama terhadap Bayi dari ibu
yang terpajan oleh MeHg, dari hasil studi membuktikan ada kaitan yang
signifikan bayi yang dilahirkan dari ibu yang makangandum yang diberi
fungisida, maka bayi yang dilahirkan mengalami gangguan kerusakan otak yaitu
retardasi mental, tuli, penciutan lapangan pandang,microcephaly, cerebral
palsy, ataxia, buta dan gangguan menelan.
BAB III
METODE PENELITIAN
1.3.1 Waktu dan Tempat.
Praktikum
Penelitian “Logam Emas sebagai Alat Mendeteksi
Merkuri”. ini dilaksanakan
dikediaman Penyusun yaitu Wringinpitu Mojowarno Jombang pada tanggal 13 Januari
2015. Pukul 04:00 PM sampai 06:30 PM.
1.3.2 Obyek Penelitian.
Dalam
penelitian ini kami menggunakan Logam Emas sebagai alat untuk mendeteksi adanya
merkuri didalam suatu prodak kosmetik. Emas adalah logam yang inert dalam artian sukar sekali untuk
melepas elektron sehingga susah bereaksi dengan unsur lain, tidak reaktif
terhadap cuaca maupun lingkungan. Tapi tentunya diperlukan keadaan yang khusus
dan hampir tidak mungkin reaksi tersebut terjadi hanya dengan
menggosok-gosokkan cincin emas ke produk kosmetika yang mungkin mengandung
unsur tersebut.
1.3.3 Variabel Penelitian.
Variabel
dalam penelitian ini adalah logam emas yang digunakan sebagai alat untuk
mendeteksi merkuri, sifat dan dampak dari penggunaan merkuri tersebut.
1.3.4 Prosedur Penelitian.
a)
Alat dan bahan.
Ø Alat-alat
:
§ Logam emas (Cincin).
§ Kamera.
Ø Bahan
:
§ Bedak tabur merk viva.
§ Bedak tabur merk my baby.
§ Pelembab merk kelly.
§ Pelembab merk ponds.
§ Pelembab merk fair & lovely.
§ Bedak merk marcks.
b)
Prosedur kerja.
1.
Siapkan
semua alat dan bahan yang akan dibuat penelitian.
2.
Buatlah
masing-masing takaran bahan yang sesuai dengan keinginan.
3.
Persiapkan
pengujian.
a.
Penelitian No.1 pada bedak viva.
Ambil sedikit bedak viva tersebut dan
oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan yang telah diolesi dengan bedak
yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan logam emas (cincin emas). Jika setelah digosok timbul warna abu-abu atau sampai
hitam gelap maka produk tersebut mengandung merkuri.
b.
Penelitian No.2 pada bedak My baby.
Ambil sedikit bedak my baby tersebut
dan oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan yang telah diolesi dengan
bedak yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan logam emas (cincin emas). Jika setelah digosok
timbul warna abu-abu atau sampai hitam gelap maka produk tersebut mengandung
merkuri. Tetapi didalam bedak ini tidak berubah warna meskipun digosok dengan
logam emas, itu berarti tidak ada kandungan merkuri didalamnya.
c.
Penelitian No.3 pada pelembab Kelly.
Ambil sedikit pelembab kelly
tersebut dan oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan yang telah diolesi
dengan pelembab yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan logam emas (cincin emas). Jika setelah digosok
timbul warna abu-abu atau sampai hitam gelap maka produk tersebut mengandung
merkuri.
d.
Penelitian No.4 pada pelembab Ponds.
Ambil sedikit pelembab ponds tersebut
dan oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan yang telah diolesi dengan
bedak yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan logam emas (cincin emas). Jika setelah digosok
timbul warna abu-abu atau sampai hitam gelap maka produk tersebut mengandung
merkuri. Tetapi didalam pelembab ini tidak berubah warna meskipun digosok
dengan logam emas, itu berarti tidak ada kandungan merkuri didalamnya.
e.
Penelitian No.5 pada pelembab Fair
& Lovely.
Ambil sedikit pelembab
Fair&Lovely tersebut dan oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan
yang telah diolesi dengan bedak yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan
logam emas (cincin emas). Jika
setelah digosok timbul warna abu-abu atau sampai hitam gelap maka produk
tersebut mengandung merkuri. Tetapi didalam pelembab ini tidak berubah warna
meskipun digosok dengan logam emas, itu berarti tidak ada kandungan merkuri
didalamnya.
f.
Penelitian No.6 pada bedak Macrks.
Ambil sedikit bedak marcks tersebut
dan oleskan pada punggung tangan anda. Gosok tangan yang telah diolesi dengan
bedak yang digunakan untuk meneliti tersebut dengan logam emas (cincin emas). Jika setelah digosok
timbul warna abu-abu atau sampai hitam gelap maka produk tersebut mengandung
merkuri
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.4.1 Daftar
Hasil Penelitian.
Hasil penelitian pada
logam emas yang dapat dijadikan sebagai alat pendeteksi merkuri pada suatu
produk terutama kosmetik.
6.
|
|
Produk kosmetik pada bedak Marcks mengandung merkuri (Hg) berbahaya. |
1.4.2 Pembahasan Hasil Penelitian.
Kerusakan kulit akibat merkuri
tergantung kepada jenis merkuri, rute masuknya kedalam tubuh, dosis dan umur
saat terjadi paparan. Merkuri organik merupakan jenis merkuri yang paling
berbahaya bagi manusia. Diduga merkuri ini dapat melewati Blood Brain Barier
(BBB) dan Placenta Barier. Meskipun demikian merkuri ini tidak bisa
keluar dari otak. Namun akan terakumulasi dalam otak dalam jangka waktu yang
lama.
Penelitian pada produk kosmetik
dengan berbagai jenis, seperti bedak viva, Kelly dan marcks yang telah diuji
dengan cara menggosokan bedak itu dengan logam emas. Hasil dari uji tersebut
adalah perubahan warna dari bedak tersebut. Bedak yang berwarna kuning yang
telah digosokan akan berubah warna menjadi abu-abu kehitaman. Itu berarti ada
kandungan merkuri didalam kosmetik tersebut. Semakin gelap perubahan warnanya
maka semakin banyak kandungan merkuri yang ada didalamnya.
Kerasukan kulit yang disebabkan oleh merkuri umumnya terjadi
pada kaum wanita yang gemar berias tanpa mengetahui resiko yang didapat dari
penggunaan kosmetik yang banyak mengandung merkuri. Merkuri digunakan sebagai
bahan baku, katalis dan pembentuk
amalgam ataupun pestisida. Kerusakan kulit terjadi karena pemaparan merkuri
langsung dalam dosis besar. Merkuri (II) klorida (HgCl2) sebesar 29 mg/kg BB dapat menyebabkan
kematian. Merkuri (II) iodide (HgI2)
baru menyebabkan kematian. bila konsentrasinya melewati 357 mg/kgBB.
Sedangkan merkuri sianida (HgCN)
dapat menyebabkan kematian hanya dengan konsentrasi 10 mg/kgBB. Kerusakan kulit
hingga menjadi kanker kulit dapat terjadi bila konsentrasi merkuri diatas 0.5
mg/kgBB.
Kerusakan kulit disebabkan secara perlahan dan berlangsung
dalam selang waktu yang panjang. Penderita kanker kulit biasanya tidak
menyadari bahwa dirinya mengalami kontaminasi merkuri. Sebab konsentrasi yang
masuk sedikit demi sedikit sehingga tidak memperlihatkan pengaruh yang jelas.
Namun kerusakan kulit lebih berbahaya karena masuknya merkuri ini secara terus
menerus akan menumpuk dalam tubuh. Penderita biasanya adalah kaum wanita yang
gemar berias secara berlebihan.
Semua orang mendapatkan paparan merkuri dalam jumlah yang
sedikit. Paparan tersebut diduga berasal dari merkuri pada Thimerosal,
yang terkandung hampir pada semua vaksin hepatitis B. Vaksinasi pada bayi
kurang lebih 18 bulan memberikan 12.5-50 µg merkuri. Janin dan bayi memiliki
sensitivitas yang lebih tinggi dari pada orang dewasa. Pada bayi sistem
ekskresi dan sistem kekebalan tubuh belum berkembang dengan sempurna, sehingga
merkuri lebih mudah merusak jaringan tubuh bahkan akan terakumulasi dalam
jaringan tubuh.
Olek karena itu, Environment Protection Agency (EPA)
menetapkan batas aman paparan merkuri 0,1 mg/kgBB/hari. Agency for Toxic
Substance and Disease Registry (ATSDR) menetapkan 0,3 mg/kgBB/hari.
Sementara Food and Drug Agency (FDA) menetapkan 0,4 mg/kgBB/hari
dan World Health Organitation (WHO) mentapkan 0,47 mg/kgBB/hari.
Merkuri dapat membentuk ikatan dengan gugus thiol, ikatan
yang terbentuk sangat kuat dan stabil hal ini disebabkan oleh tingginya
kosntanta kestabilan merkuri-thiol . Dalam pembentukan kompleks merkuri dengan
gugus thiol (baik itu berasal dari gluthatioein, albumin, sistein dan lai-lain)
merkuri akan berikatan dengan gugus thiol bebas yang tersedia.
Pengaruh metil merkuri terhadap gugus thiol pada residu
sistein
Adanya
merkuri yang terikat pada gugus thiol pada residu sistein ini menyebabkan
fungsi dari sistein tidak berjalan dengan semestinya. Sebab gugus thiol sangat berperan
dalam metabolisme tubuh, diantaranya adalah sebagai pusat aktif dari enzim.
Adanya atom merkuri menyebabkan enzim tidak berfungsi sebab enzim bekerja
secara spesifik.
Ikatan merkuri yang lain adalah antara merkuri dengan
disulfida. Pengaruh merkuri pada ikatan disulfida dapat menyebabkan dua hal.
Pertama metil merkuri menyebabkan ikatan disulfida putus. Ikatan disulfida
merupakan pembentuk struktur tersier dari suatu protein. Putusnya ikatan
disulfida ini mengakibatkan protein kehilangan sifat biologisnya (denaturasi
protein).
Pengaruh metil merkuri terhadap
ikatan disulfida.
Akibat lebih lanjut adalah merkuri membentuk suatu jembatan
mengantikan ikatan disulfida sebelumnya. Meskipun kelihatan tidak berpengaruh
terhadap struktur awalnya, namum secara alami tubuh akan mendeteksi protein
asing dalam tubuh. Reaksi penolakan bisa saja terjadi karena adanya pengaruh
unsure merkuri dalam protein. Selanjutnya kompleks ini dapat menyebabkan
kerusakan protein yang telah terbentuk.
Penelitian pada produk kosmetik yang telah diteliti tidak
mengandung merkuri seperti bedak cusson baby, pelembab ponds dan fair &
lovely. Saat ketiga jenis bedak itu digosokan dengan logam emas tidak
meimbulkan warna sedikitpun, warna tetap putih bersih dan tidak berubah menjadi
hitam. logam emas dapat berubah menjadi hitam karena didalam produk kosmetik
tersebut terdapat merkuri karena logam emas dapat bereaksi dengan merkuri.
Tetapi pada uji produk kosmetik cusson baby, ponds dan fair & lovely tidak
mengahasilkan warna hitam karena didalam bedak tersebut tidak terdapat merkuri
sehingga logam emas yang digosokan tidak dapat bereaksi.
BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa analisis dengan metode sederhana yaitu dengan menggosokan logam emas ke
punggung tangan yang telah diolesi dengan bedak yang akan diuji. Dari ke-6
produk kosmetik dengan jenis berbeda tiga diantaranya yaitu bedak viva, Kelly
dan marcks mengandung merkuri yang banyak, karena perubahan warna yang begitu
cepat dan warna yang dihasilkan sangat hitam. Terbukti bahwa produk kosmetik
tersebut mengandung merkuri yang sangat berbahaya hingga menyebabkan kerusakan
kulit, kanker kulit sampai kematian.
Penelitian untuk produk jenis
cusson baby, ponds dan fair&lovely telah diteliti dan hasilnya tidak
mengandung merkuri. Ketika kosmetik tersebut digosokan dengan logam emas tidak
terjadi perubahan warna, warnanya tetap putih bersih. Tidak diragukan lagi
bahwa kosmetik tersebut aman untuk dipakai karena tidak mengandung merkuri.
Kadar merkuri dari ketiga
produk kosmetik yang diujikan sebagai berikut :
a. Bedak viva 0.04 ppm.
b. Kelly 0.05 ppm.
c. Bedak marcks 0.03 ppm.
Logam emas dapat bereaksi
dengan merkuri sehingga dari uji kosmetik yang mengandung merkuri, logam emas
dapat merubah warna bedak tersebut menjadi hitam. dan jika didalam produk
kosmetik tersebut tidak ada kenadungan merkurinya sedikitpun maka logam emas
tidak dapat merubah warna bedak tersebut menjadi hitam karena tidak ada
kandungan meerkuri didalamnya sehingga logam emas dan bedak tersebut tidak
terdapat reaksi dengan logam-logam lain seperti merkuri atau zink.
1.5.2 Saran.
1. Disarankan kepada konsumen agar
lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik terutama kosmetik pemutih wajah,
mengingat bahan berbahaya yang terkandung didalam produk kosmetik tersebut yang
berbahaya.
2. Semua orang bisa mencoba trik
sederhana ini untuk dilakukan pada semua jenis produk yang akan digunakan. Dan
disarankan konsemen memilih kosmetik yang telah diuji tidak mengandung merkuri
sedikitpun. Seperti bedak cusson baby, pelembab ponds dan fair & lovely.
DAFTAR PUSTAKA
Alfian Zul. 2006.Merkuri : Antara
Manfaat dan Efek Penggunaanya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan
.Universitas Sumatera Utara : Medan.
Anonim.2000. Merkuri dan Dampaknya
Terhadap Manusia .[online] http://www.google.co.id (diakse tanggal 8 Maret 2012)
Rudolf. 2004. Keluhan Gangguan
Kesehatan pada Penambang emas tanpa izin dan masyarakat
Wurdiyanto Gatot : Merkuri, Bahayanya
dan Pengukurannya .Divisi Jasa TeknologiKostranda, Pusat Teknologi Keselamatan
dan Metrologi Radiasi
Fesseden, Ralp J
dan Fesseden, Joan S.,1986, Kimia Organik
Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Fina, Y.G. Daulay.
2005. Analisa Kadar Logam Merkuri (Hg)
Pada Beberapa Produk Kosmetik Yang Beredar di Pasaran. Skripsi. FKM. Medan.
Livia dan Arlina.
2011. Pengujian Kandungan Merkuri Dalam
Sediaan Kosmetik Dengan Spektrofotometri Serapan Atom. Program study
farmasi . Universitas Islam Bandung.
Lampiran.
Gambar 1.1 Alat dan Bahan yang
digunakan.
Gambar 1.2 Proses Pengujian















Tapi emas juga bereaksi dg bahan2 lainnya seperti titanium dioxide, lebih baiknya sih lihat diizin edarnya, contoh BPOM ^ ^ atau uji test lab produk. Jadi nanti disamain hasilnya antara uji dg emas dan uji tes lab. Kalo hasilnya sama, berarti positif :) biar pembaca juga bsa dapet patokan yg lebih akurat lagi.
BalasHapus